METODE PENILAIAN
A. Pengertian
Penilaian
Menilai adalah mengambil suatu
keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat
kualitatif, Suharsimi Arikunto (2009:3).
PERMENDIKNAS
No. 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan mendefinisikan
bahwa Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
Dapat disimpulkan bahwa penilaian adalah
pemberikan keputusan untuk kepentingan tertentu yang diambil dari pengumpulan
dan pengolahan informasi.
Tes merupakan alat penilaian terhadap
seorang individu yang dilakuakan secara komprehensif terhadap evaluasi suatu
program.
Instrumen atau alat penilaian, meliputi
substansi (bahan atau kompetensi yang akan diujikan), konstruksi (tata
penulisan pada lembar soal ujian), dan bahasa (tata bahasa yang baku dan
komunikatif).
Penilaian pendidikan dilaksanakan oleh
pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.
B. Fungsi penilaian
Fungsi
penilaian yaitu:
1.
Penilaian
Berfungsi Selektif
Penilain
ini bertujuan antara lain
- Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
- Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.
- Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
- Untuk memilih siswa yang sudah berhak mendapat beasiswa.
2.
Penilaian
berfungsi Diagnostik.
Dengan
mengadakanpenilaian sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang
kebaikan dan kelemahan nya. Dengan diketahuinya sebab sebab kelemhan ini, akan
lebih mudah dicari cara mengatasi.
3.
Penilain
Berfungsi sebagai penempatan.
Untuk
dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus di
tempatkan, digunakanlah suatu penilaian. Penilaian ini bertujuan menempatkan
siswa sesuai kelompok yang sama sesuai bakat dan minat siswa tersebut sehingga
pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan efisien.
4.
Penilaian
berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.
Keberhasilan program ditentukan oleh
beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana,
dan system administrasi. Fungsi dari penilaian disini adalah untuk mengukur
sejauh mana program dan faktor faktor penentu program lembaga pendidikan
berhasil diterapkan.
C. Prinsip penilaian
Prinsip penilaian menurut Permendiknas
No 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, antara lain:
1.
sahih,
berarti Penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2.
objektif,
berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektivitas penilai.
3.
adil,
berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena
berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat
istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4.
terpadu,
berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5.
terbuka,
berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan
dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6.
menyeluruh
dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek
kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik Penilaian yang sesuai, untuk
memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7.
sistematis,
berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti
langkah-langkah baku.
8.
beracuan
kriteria, berarti Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang
ditetapkan.
9.
akuntabel,
berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur,
maupun hasilnya.
D.Teknik Penilain
1. Teknik Non-Tes
Yang
tergolong teknik ini adalah ;
- Skala bertingkat(rating scale);
- Kuisioner(Questionair);
- Daftar cocok(check list);
- Wawancara (Interview);
- Pengamatan(Observation);
- Riwayat hidup.
a)
Skala bertingkat
Skala menggambarkan suatu nilai yang
berbentuk angka terhadap suatu hasil pertimbangan , maka suatu skala selalu
disajikan dalam brntuk angka. Angka yang diguna kan dalam hal ini diterakan
dengan jarak yang sama. Peoletakannya disusun sacara bertingkat dari rendah
menuju tinggi.
b)
Kuisioner(questionair)
Kuisioner adalj sebuah daftar
pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui tentang keadaan/data diri,
pangalaman, pengetahuan, sikap, pendapat, tanggapan, dll, yang di isi oleh
responden.macam macam kuisioner ditinjau dari berbagai segi.
1. Ditinjau dari segi
siapa yang menjawab
1) Kuisioner
langsung
Kuisioner
jenis ini diisi langsung oleh responden.
2)
Kuisioner tidak langsung
Adalah
kuisioner yang diisi oleh bukan orang yang meminta keterangannya.
2. Ditinjau dari segi
cara menjawabnya
1) Kuisioner
tertutup
Kuisioner
ini disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga respomden hanya
tinggal memberi tnda pada jawaban yang dipilih.
2)
Kuisioner terbuka
Merupakan
kuisioner yang diisi vbebas oleh responden, biasanya jawabannya merupakan
pendapat dari responden.
1.
Daftar
cocok(check list)
Adalah deretan pertanyaan (yang
biasanya singkat singkat) dimana responden yang dievaluasi tinggal membubukan
tanda cocok (v)
1.
Wawancara
(interview)
Merupkan suatu metodeyang digunakan
untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan Tanya jawab sepihak,
maksudnya sepihak adalah responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuj
mengajukan pertanyaan. Pertanyaan hanya diajuakn oleh subyek evaluasi. Interviu
ini dibedakan menjadi 2 cara yaitu;
a)
Interview Bebas
Dalam interview jenis ini responden
bebas mengutarakan pendapatnya , tanpa dibatasi oleh adanya patokan
patokan yang dibuat oleh subyek evaluasi.
b)
Interview Terpimpin
Interview ini dilakukan dengan cara
mengajukan pertanyaan kepada responden dimana pertanyaan itu telah disusun
terlebih dahulu. Dalam hal ini responden diarahkan untuk mnejawab pertanyaan
dari subyek penanya.
1.
Pengamatan
(Observation)
Merupakan suatu teknik yang dilakukan
dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta malakukan pencatatan
secara sistematis. Ada 3 teknik dalam observasi yaitu:
a. Observasi partisipan
Observasi ini dilakukan oleh pengamat
yang terjun langsung ke lapangan dan masuk serta merasakan langsung ke
dalam kelompok yang diamati.
b. Observasi sistematik
Merupakan observasi dimana factor
factor yang diamati sudah didftar secara sistematis dan sudah dipilah pilah
menurut kategorinya. Di dalam observasi ini pengamat berada di luar kelompok.
c. Observasi
ekperimental
Observasi eksperimental ini
dilakukan bilamana pengamat dapat mangendalikan unsur unsur penting
dalam kelompok dan juga pengamat tidak ikut langsung berpartisipasi dalam
kelompok.
2.
Riwayat
Hidup
Riwayat hidup adalh gambaran tentang
keadaan seorang salam dalam masa kehidupan nya, jadi dalam hal ini subyek
evaluasu tinggal melihat daftar riwayat hidup dan menarik suatu kesimpulan.
2.
Teknik Tes
Tes merupakan suatu alat pengumpul
informasi tetapi jika dibandingkan dengan alat alat lain, tes ini lebih
bersifat resmi karena penuh dengan batasan batasan. Tes mempunyai fungsi yaitu
untuk mengukur siswa dan untuk mengukur keberhasilan program pengajaran.
Tes prestasi belajar bedasarkan
tujuannya adalah pre test, post test, dan placement test, diagnostic test,
mastery test, dan achievement test.
Tes prestasi berdasarkan pelaksanaannya
adalah bentuk tertulis, bentuk lisan, dan bentuk perbuatan.
Menurut Suharsimi Arikunto dalam
bukunya, Tes ini dibedakan menjadi 3 macam ditinjau dari segi kegunaan untuk
mengukur siswa, yaitu;
- Tes diagnostik,
- Tes formatif,
- Tes sumstif,
1)
Tes diagnostik
Tes diagnostik adalah tes yang
digunakan untuk mengetahui kelemahan kelemahan siswa sehingga dapat dilakukan
pemberian perlakuan tepat.
Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam
tes diagnostik diantaranya:
·
Tes diagnostic ke 1 dilakukan terhadap calon siswa sebagai
input untuk mengetahui apakah colon tersebut sudah menguasai pengetahuan yang
merupakan dasar untuk menerima pengetahuan di sekolah yang dimaksudkan.tes ini
biasanya disebut tes penjajakan masuk.
·
Tes diagnostic ke 2 dilakukan terhadap calon siswa yang sudah
akan mulai mengikuti program. Apabila cukup banyak calon siswa yang diterima
sehingga diperlukan lebih dari satu kelas, maka untuk pembagian kelas
diperlukan suatu pertimbangan khusus.
·
Tes diagnostic ke 3 dilakukan terhadap siswa yang
sedang belajar . tidak semua siswa dapat menerima peljaran yang diberkan oleh
guru dengan lancar. Oleh karena itu test diagnostik ini sangat diperlukan agar
dapat diketahui siswa mana yang belum menguasai materi.
·
Tes diagnostic ke 4 diadakan pada waktu siswa akan mengakhiri
pelajaran. Dengan tes ini guru akan dapat mengetahui tingkat penguasaan siswa
terhadap bahan yang is berikan.
2)
Tes formatif
Adalah tes yang dilakukan untuk
mengetahuin sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti suatu program
tertentu. Dalam kedudukannya tes formatif dapat juga dipandang sebagai tes
diagnostik pada akhir pelajaran . Dalam pengalaman di sekolah , tes
formatif dapat disamakan dengan ulangan harian.
3)
Tes sumatif
Tes sumatif adalah tes yang
dilaksanakan setekah berakhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah
program yang lebih besar. Dalam pengalaman di sekolah , tes sumatif ini
dapat disamakan denagan ulangan umum yang biasanya dilaksanakan pada tiap akhir
caturwulan atau semester.
Teknik atau cara penilaian menurut
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, antara lain:
- Unjuk Kerja (Performance)
Pengamatan terhadap aktivitas sisiwa
sebagaimana terjadi (unjuk kerja, tingkah laku, dan interaksi)
- Penugasan (Project)
Penilaian terhadap suatu tugas yang
mengandung penyelidikan yang harus selesai dalam waktu tertentu
- Hasil Kerja (Product)
Penilaian terhadap kemampuan membuat
produk teknologi dan seni
- Tertulis (Paper)
Memilih dan Mensuplai jawaban
- Portofolio (Portfolio)
Penilaian melalui koleksi karya(hasil
kerja) siswa yang sistematis
- Sikap
Penilaian terhadap perilaku dan
keyakinan siswa terhadap obyek sikap
- Evaluasi Diri (Self Assesment)
Menilai diri sendiri berkaitan dengan
status, proses, tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar